TAKUNI ABAH – Kadis Perindag I Gusti Made Suryawati menjadi narasumber siaran TABAH (Takuni Abah), di Studio Radio Suara Banjar, dipandu host Kadis Kominfostandi Aidil Basith.
Martapura, KPÂ – Dimasa pandemi Covid-19, masyarakat Kabupaten Banjar tidak perlu kuatir dengan kebenaran ukuran di SPBU, tidak perlu takut dengan keakuratan timbangan ketika akan bertransaksi di pasar tradisional, juga tak perlu risau dengan kebenaran KWH meter yang ada di rumah.
Pasalnya pelayanan tera dan tera ulang serta pengawasan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Banjar sudah dilakukan dan dibuka sejak 10 Juni 2020 lalu.
Hal ini diungkapkan Kadis Perindag I Gusti Made Suryawati saat menjadi narasumber dalam gelaran TABAH (Takuni Abah), di Studio Radio Suara Banjar 100,4 FM, yang dipandu host Kadis Kominfostandi HM Aidil Basith, dibantu co host Pepen dan Ronny.
Dikatakannya, selain memiliki tugas penyiapan sarana perdagangan serta menjamin stabilitas harga dan stok bahan kebutuhan pokok, pihaknya juga bertugas dalam hal pengamanan perdagangan.
“Pengamanan ini ditandatangani Bidang Pengawasan Perdagangan dan Kemetrologian (PPK),” katanya.
Tugas PPK, lanjutnya, berupa pengawasan rutin, penyuluhan ke masyarakat serta pelayanan tera (pengujian) alat ukur agar sesuai standar internasional. Karena saaat ini masih situasi pandemi Covid-19, kegiatan tera dan tera ulang bagi masyarakat diundur pelaksanaannya pada bulan Agustus nanti.
“Bila dilakukan saat pandemi, dikuatirkan terjadi penumpukan orang banyak, jadi kita jadwal ulang Agustus mendatang,” tandasnya.
Namun jika ada masyarakat yang mau tera ulang alat ukurnya, tetap dipersilakan, dengan catatan yang bersangkutan mendatangi kantornya.
Tera ulang oleh Disperindag Banjar setiap tahunnya menjamin keakuratan, sehingga antara pembeli dan penjual tidak ada yang merasa dirugikan. Tidak salah kalau Kementerian Perdagangan memberikan penghargaan setiap tahunnya pada SKPD di Jalan Perwira, Martapura tersebut.
Pada 2017 penghargaan pasar tertib ukur dari Kemendag untuk Pasar Kindai Limpuar Gambut, 2018 untuk Pasar Ahad Kertak Hanyar, 2019 untuk Pasar Sungai Tabuk dan Pasar Pengaron. Sementara 2020 Pasar Taibah dan Sukaramai Martapura.
Sementara terkait harga kebutuhan pokok yang harganya sempat melejit saat pandemi COovid-19 dan bulan Ramadhan, menurut Made kini sudah berangsur turun. Seperti harga gula pasir yang melambung hingga Rp 24.000/kg, kini turun Rp 14.000/kg. Bawang merah yang sempat mencapai Rp 80.000/kg, kini sudah stabil dikisaran Rp 35.000/kg hingga Rp 40.000/kg.
“Kenaikan harga ini karena kurangnya pasokan barang, akibat terkendala distribusi saat penerapan PSBB serta meningkatnya permintaan saat bulan puasa,” pungkasnya. (wan/K-3)
Sumber : KALIMANTAN POST
