Sejak zaman dahulu kota Martapura terkenal dengan kota intan atau permata, krn disini terdapat tambang pendulangan batu permata dan batu akik, dan pusat pasar permata serta banyaknya perajin penggosok intan, penggosok batu permata, tukang kemasan atau perhiasan emas dan perak, sehingga sekarang banyaknya perajin dan pengusaha pertama dan batu mulia, sehingga meningkatkan pertumbuhan perekonomian di Kab Banjar.
Namun masih sangat disayangkan bahwa sekarang ini karena kondisi sebenarnya yang terjadi di Kabupaten Banjar adalah para perajin, pedagang batu permata latar belakang pendidikannya masih rendah dan keahlian yang di dapatnya masih turun temurun, otodidak dan tidak melalui pendidikan atau keterampilan yang formal,  padahal sekarang ini diperlukan dalam segala segi kehidupan mutlak dituntut pendidikan formal, keterampilan dan keahlian yang terstruktur.
Sesuai dengan Roodmap (Peta Panduan) Pengembangan Kompetensi Inti Industri Daerah (KIID) Kabupaten Banjar dan sejalan dengan visi dan misi Disperindag, bertempat di halaman SMK Negeri 1 Martapura diserahkan bantuan mesin potong dan gurinda 3 (tiga) unit kepada SMK Negeri 1 Martapura secara simbolis oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Banjar H. M. Ramlan M.Pd yang sekaligus diminta menjadi Pembina Upacara Bendera pada pada hari Senin tanggal 6 April 2015.
Dalam sambutan atau amanat Kadis disampaikan bahwa program Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Banjar bekerja sama dengan SMK Negeri 1 martapura melalui muatan lokal mata pelajaran pengolahan batu mulia dan sarana prasarana penunjang praktek  akan mewujudkan lahirnyaperajin dan pengusaha batu permata yang minimal berlatar belakang pendidikan SMK dengan bakat dan keahlian yang luar biasa sehingga terciptanya Sumber daya Manusia yang handal dan berkompeten di bidang batu permata khususnya di Kabupaten Banjar.
