Kabupaten Banjar merupakan produsen komoditas karet terbesar nomor 3 di Kalimantan Selatan setelah Kabupaten Tabalong dan Kabupaten Balangan, dan komoditas ekspor karet Kalimantan Selatan menjadi komoditas ekspor nomor 3 terbesar setelah ekspor batu bara dan kelapa sawit. Untuk menambah wawasan mengenai pengolahan karet sebagai komoditas inti daerah Kalsel, Disperindag Pemkab Banjar mengadakan kunjungan teknis ke Balai Besar Kulit, Karet dan Plastik (BBKKP). Kunjungan pada hari Rabu, 29 Januari 2014 ini dipimpin oleh Kepala Bidang Industri Kimia, Agro Dan Hasil Hutan (IKAHH), dan dihadiri oleh sejumlah pejabat eselon IV serta staf dari Disperindag Banjar.
Kepala Bidang Pengembangan Jasa Teknik (PJT) BBKKP, Ir. V. Sri Pertiwi Rumiyati, MP menyampaikan sambutan selamat datang kepada tamu kunjungan dan dilanjutkan dengan pemaparan sekilas mengenai profil Balai Besar Kulit, Karet dan Plastik. Kepala Bidang Industri Kimia, Agro dan Hasil Hutan (IKAHH), H. Ahmad Bagiawan, S.Pd, MM dalam sambutannya mengutarakan maksud dari kunjungan teknis, yaitu untuk menggali wawasan mengenai pengolahan karet dan menimba ilmu terkait teknologi penyamakan kulit, mengingat selama ini kulit mentah dibawa ke Jawa untuk diolah dan dikirim kembali ke Kalimantan setelah menjadi kulit jadi. Beliau juga menambahkan bahwa saat ini Kabupaten Banjar tengah menggalakkan budidaya ikan air tawar unggulan (ikan mas, patin, nila dan gurami) dan telah mengadakan pelatihan mengenai pengolahan makanan dari daging ikan, sementara untuk kulit ikan belum dimanfaatkan dengan maksimal. Padahal kulit ikan tersebut dapat disamak sehingga bernilai jual tinggi menjadi kulit bahan baku garmen dan aksesoris.
Penjelasan mengenai 11 pelayanan jasa teknis BBKKP disampaikan oleh Kepala Seksi Informasi, yang meliputi bidang : penelitian dan pengembangan, standardisasi, sertifikasi, pengujian, kalibrasi, alih teknologi dan inkubasi, pelatihan teknis, konsultansi, rancang bangun dan perekayasaan, jasa mesin/ proses, serta penanganan limbah industri kulit, karet dan plastik.
Sesi tanya jawab dipandu oleh Kepala Bidang PJT dengan hasil sebagai berikut :
- Kualitas kulit tersamak dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya : pemeliharaan hewan ternak yang baik, cara pengulitan dan pengawetan yang benar, serta penggunaan teknologi yang tepat dalam proses penyamakan. Selain itu juga perlu diperhatikan dalam pengolahan limbah penyamakan kulit supaya tidak mengganggu lingkungan.
- Untuk mengoptimalkan komoditas batu permata sebagai kompetensi inti Kabupaten Banjarbaru, dapat dilakukan pengembangan desain kombinasi kulit dan batu permata untuk aksesoris, serta kombinasi karet dan batu permata untuk suvenir.
- Terbuka peluang kerjasama antara Disperindag Banjar dengan BBKKP dalam bidang pelatihan penyamakan kulit ikan dan pembuatan barang kulit di tahun mendatang.
Kunjungan dilanjutkan dengan kunjungan lapangan ke laboratorium yang ada di BBKKP, diantaranya : laboratorium riset kulit, laboratorium finishing kulit, dan laboratorium riset karet. Selain itu, untuk mengetahui proses pengolahan kulit ternak menjadi kerupuk, juga dilaksanakan kunjungan ke industri pengolahan kerupuk rambak di Segoroyoso, Bantul.
Sumber Berita: http://www.bbkkp.go.id/konten.php?konten=berita&idn=69
Foto Kegiatan Klik disini
