MARTAPURA,- Pemerintah Kabupaten Banjar melakukan pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) salah satunya melalui pendekatan kelompok dengan membentuk Kelompok Usaha Mikro Inklusif di Kecamatan Martapura Timur.

Hal tersebut disampaikan Ketua TP PKK Kabupaten Banjar Hj Nurgita Tiyas pada saat membuka Sosialisasi Pemberdayaan Kelembagaan Potensi dan Pengembangan Usaha Mikro di Aula Kantor Kecamatan Martapura Timur, Kamis (2/6/2022) pagi.

Dikatakannya, UMKM merupakan kegiatan usaha yang mampu memperluas lapangan kerja, dapat berperan dalam proses pemerataan dan peningkatan pendapatan masyarakat, mendorong pertumbuhan ekonomi dan mensejahterakan masyarakat.

” Kelompok UMKM Inklusif merupakan kelompok UMKM yang  memiliki kemauan, keterbukaan, kesediaan dari pihak-pihak kelompok masyarakat untuk membagi ilmunya,” katanya.

Dirinya menjelaskan, bulan Agustus nanti bertepatan dengan hari jadi Kabupaten Banjar akan dilaksanakan mini expo. Satu desa agar menyiapkan minimal satu produk unggulannya.

“Produk tersebut diseleksi yang layak jual, layak konsumsi serta diklasifikasikan produk-produk yang perlu pembenahan,” ujarnya.

Dikesempatan yang sama, Nurgita Tiyas juga mengukuhkan Pengurus Kelompok Usaha Mikro Inklusif Kecamatan Martapura Timur, yang terdiri dari  8 orang.

Kepala Dinas KUMPP Banjar I Gusti Made Suryawati mengatakan, selanjutnya akan menyusul 3 kecamatan yang juga akan membentuk Kelompok Usaha Mikro Inklusif, yaitu Kecamatan Sungai Tabuk, Kertak Hanyar dan Karang Intan.

Suryawati menjelaskan, produk-produk yang dibuat oleh Pelaku Usaha Mikro di Martapura Timur,  dibidang kuliner seperti kue dan kerupuk. Sementara kerajinan tangan seperti fukaha, manik-manik, bordir dan bolang haji.

I Gusti Made Suryawati mengungkapkan untuk pemasaran produk dari Kabupaten Banjar, selain secara offline juga secara online melalui Martapura Mall On-line (Mamaline.id).

Turut hadir dalam kegiatan ini Camat dan Ketua TP PKK Martapura Timur, narasumber dan para pelaku UMKM.

Sumber : RadioSuaraBanjar