Berbagai macam jenis perhiasan dan batu mulia dipajang di pameran International Surabaya Jewellery Fair (SJF) di Ball Room Hotel Shangrila, Surabaya. Pameran yang berlangsung selama empat hari ini dari tanggal 23 s.d 26 Oktober 2014 mendapat sambutan yang hangat dari para pengujung khususnya masyarakat lokal maupun wisatawan asing dari berbagai negara. Continue reading “Stand Disperindag Kab. Banjar di International Surabaya Jewellery Fair (SJF) 2014”→
Di triwulan IV tahun 2014 Bidang Perdagangan bekerja sama dengan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD)  Pelayanan Kemetrologi Propinsi Kalimantan Selatan melakukan sosialisai, monitoring barang dalam kemasan (BDKT), monitoring ketersedian dan distribusi pupuk bersubsidi dan pengawasan tera ulang, di sejumlah warung, kios, minimarket, pedagang mainan, dan distributor pupuk bersubsidi yang ada di Kecamatan di Kabupaten Banjar seperti Kecamatan Karang  Intan, Pengaron, Simpang Empat, Sambung Makmur, Mataraman, Martapura Kota, Martapura Timur, Beruntung Baru, Martapura Barat, Aluh-Aluh dan Astambul.  Kegiatan ini dilakukan dari tanggal 8 s.d 22 Oktober 2014.
Tenaga Penyuluh Lapangan (TPL) IKM merupakan penghubung informasi yang ditugaskan untuk membantu Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kab. Banjar. TPL berperan sebagai pendamping IKM dalam mengembangkan usahanya dengan menyampaikan informasi mengenai berbagai kebijakan dan insentif dari pemerintah, serta mengemukakan ide-ide, informasi mengenai perkembangan pasar. Dengan adanya TPL IKM ini, diharapkan IKM-IKM mengalami percepatan dan berkembang lebih pesat.
Saat ini TPL IKM Kabupaten Banjar melakukan pendampingan terhadap 6 sentra IKM di daerah ini diantaranya Sentra Batu Permata di Kec. Martapura Timur, Emas Perak di Kec. Martapura Timur, Sasirangan di Kec. Kertak Hanyar, Sulam Arguci di Kec. Martapura Timur dan Barat, dan Kue Kering di Kec. Martapura dan Astambul. TPL secara rutin melakukan kunjungan ke tiap sentra dan mendiskusikan masalah dan kendala yang dialami IKM. Dari hasil identifikasi masalah tersebut dilakukan diagnosis untuk menemukan solusi perbaikan kinerja IKM yang selanjutnya akan ditindaklanjuti kepada pihak-pihak terkait. Dari hasil pendampingan ini, IKM mulai memahami cara mengatasi tiap masalahnya dan secara mandiri terus melakukan perbaikan.