Airguci bukanlah air dalam guci. Masyarakat Banjar menggunakan kata ini untuk menyebutkan payet. Kerajinan melukis kain dengan menempelkan payet memang sudah dimiliki orang-orang Banjar sejak lama. Di abad 18 hanya keluarga raja dan para bangsawan yang bisa memakai kain airguci. Namun kini, para perempuan yang ingin tampil beda bakal memesan kain air guci. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya payet yang digunakan sebagai hiasan pada saat pernikahan baik di pelaminan, kaligrafi, hingga baju pengantin.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Banjar yaitu bidang Ilmea mengadakan pelatihan airguci angkatan I dan II. Acara yang dilaksanakan dari tanggal 25 s.d 28 Maret 2015 bertempat di aula dekranas martapura peserta pelatihan  berjumlah 20 (dua puluh ) orang yang berasal dari   Kecamatan Mataraman, Martapura Barat dan Astambul.

Pada pelatihan ini para peserta nantinya akan diberikan keterampilan cara membuat  motif dan desain baru airguci tanpa meninggalkan ciri khas budaya banjar.  Dengan adanya pelatihan  ini diharapkan agar peserta  mengikuti setiap materi yang diberikan oleh ibu instruktur secara sungguh-sungguh sehingga dapat menambah pengetahuan dalam pembuatan airguci dan dapat menambah keahlian serta dapat mengembangkan usahanya sehingga dapat menambah penghasilan para peserta  untuk dapat membantu meningkatkan perekonomian keluarganya masing-masing.

Foto Kegiatan : Klik Disini