Pemerintah Kabupaten Banjar melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (KUMPP) berpartisipasi dalam Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 yang digelar di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, Banten, pada 14–18 Oktober 2026.
Dalam keikutsertaan kali ini, Pemkab Banjar menggandeng Indonesia Export Channel (IEC) Regional Kalimantan Selatan untuk memperkenalkan produk unggulan daerah serta memperluas peluang pasar ekspor bagi pelaku usaha di Kabupaten Banjar.
TEI 2026 merupakan pameran perdagangan berskala internasional yang mempertemukan pelaku usaha dengan pembeli (buyer) dari berbagai negara. Pameran ini diikuti oleh 1.873 peserta (exhibitor) dan ditargetkan mampu menarik lebih dari 30.000 pengunjung.
Ajang tersebut menjadi salah satu kesempatan strategis bagi pelaku usaha untuk memperluas jaringan bisnis, memperkenalkan produk unggulan, serta menjajaki peluang kerja sama perdagangan di pasar internasional.
Pada TEI 2026, Kabupaten Banjar menghadirkan tiga perusahaan berorientasi ekspor, yakni PT Suntara Perintis Jaya, PT Culturnesia Internasional Trade, dan CV Kalimantan Raya Mandiri. Selain itu, sejumlah produk UMKM Kabupaten Banjar yang telah melalui proses kurasi dan dinilai berpotensi menembus pasar ekspor turut diperkenalkan, di antaranya keripik pisang Albanana, Kopi Datu, abon ikan haruan, dan kerupuk ikan haruan.
Kepala Dinas KUMPP Kabupaten Banjar yang diwakili oleh Kasi Promosi Perdagangan, Mahruji Hariyadi, SE, mengatakan bahwa keikutsertaan Kabupaten Banjar dalam TEI 2026 menjadi kesempatan baik untuk memperluas jangkauan pasar produk daerah.
“TEI 2026 dapat membuka peluang bagi para peserta pameran dari Kabupaten Banjar untuk bertemu langsung dengan buyer, melakukan business matching, serta memperkenalkan produk-produk yang berpotensi ekspor,” ujarnya.
Hal senada disampaikan oleh Elyanah, perwakilan IEC Regional Kalimantan Selatan. Menurutnya, TEI 2026 menjadi wadah bagi pelaku usaha untuk berkomunikasi secara langsung dengan pembeli dari berbagai negara sekaligus membangun jaringan bisnis yang lebih luas.
“Melalui ajang ini, para pelaku usaha dapat berkomunikasi secara lebih intensif dan jelas dengan buyer dari berbagai negara. Selain itu, kegiatan ini juga membuka peluang untuk memperluas networking dan mempermudah akses menuju pasar internasional,” ungkapnya.
Melalui partisipasi dalam TEI 2026, Pemkab Banjar berharap perusahaan dan pelaku UMKM daerah semakin siap bersaing di pasar global. Kehadiran produk-produk unggulan Kabupaten Banjar diharapkan dapat membuka peluang kerja sama perdagangan, meningkatkan akses pasar, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui pengembangan ekspor.
Sumber: Infopublikkabupatenbanjar
